Budi Soehardi, “The CNN Real Heroes” dari Indonesia

November 18, 2009 - Leave a Response

Suatu hari di tahun 1999, Budi Soehardi sedang makan malam bersama keluarga di rumahnya di Singapura. Budi menyaksikan acara televisi tentang situasi Timor-Timur pasca tahun 1999,  ketika itu dia dan keluarga melihat para keluarga pengungsi tinggal di kardus-kardus dan makan seadanya.

Budi tercenung lalu menatap istrinya dalam-dalam. Tanpa kata, di dalam hati mereka seolah sepakat bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk para pengungsi Timor-Timur.

“Sebetulnya  kami sekeluarga sudah ada rencana untuk berlibur. Tapi malam itu juga kami sepakat, untuk mengalihkan tempat liburan kami jadi ke Kupang. Kami ingin mencoba liburan dengan suasana yang baru  sekaligus melakukan aksi sosial,” ujar Budi ketika berbincang dengan Kabari  di Los Angeles awal November lalu.

Kabari memang dapat kesempatan langka bertemu dan mewawancarai langsung Budi Soehardi ditengah kesibukanya yang padat sebagai pilot Singapore Airlines.

Roslin Orphanage

Tahun 2000 setelah mendapat jatah cuti tahunan 40 hari penuh, Budi benar-benar melaksanakan niatnya. Bersama keluarga tercinta mereka berangkat ke Kupang. Dari sanalah baru dia melihat secara langsung, betapa menyedihkan tinggal di pengungsian. “Saya benar-benar terenyuh. Bayangkan, dalam kondisi normal saja air memang susah di dapat, apalagi dalam kamp pengungsian?” ujar Budi lirih.

Di tahun itu pula akhirnya Budi dan istrinya Peggy Lakusa, memutuskan mendirikan Panti Asuhan Roslin di Kupang.  Panti Asuhan dibangun dan dibiayai sendiri oleh Budi. “Roslin kami jalankan dari gaji bulanan saya dan kadang ada juga dari teman-teman  yang memberi . Tidak pasti ada, tapi Puji Tuhan kami selalu dicukupkan,” kata Budi.

Saat ini Panti Asuhan Roslin memiliki ratusan anak asuh dari mulai bayi hingga remaja. Selain mendirikan panti asuhan, Budi dan istrinya juga masih melakukan berbagai kegiatan sosial lain, seperti   keliling kampung membagikan pakaian dan makanan. “Kami juga kami juga membawa buku ke desa-desa dengan 2 mobil perpustakan kami, ini kami lakukan supaya anak-anak di desa itu tetap bisa mendapatkan pengetahuan,” ujar Budi. Saat ini anak asuh lansung di bawah Panti Asuhan Roslin ada sekitar 400 anak dari total 1.300 anak di berbagai desa di Nusa Tenggara Timur.

Untuk mencukupi kebutuhan panti, Budi benar-benar tak mau mengandalkan orang lain. Sepanjang dirinya masih mampu, semuanya dia usahakan dari kocek pribadinya. “Tapi kalau ada yang mau membantu, kami persilahkan,” kata Bapak yang telah dikarunia tiga orang anak ini.

Panti asuhan Roslin bukan cuma sebagai tempat penampungan orang tak mampu semata, tapi juga tempat pembekalan para penghuni panti untuk bisa hidup di masyarakat kelak. Maka tak heran selain kegiatan belajar, anak-anak panti juga diajarkan berbagai cara untuk mencukupi kebutuhan hidup, misalnya dengan bercocok tanam atau memelihara hewan ternak.

Indahnya Masa Kecil

Apa yang didapat dan bisa dilakukan Budi saat ini, sedikit banyak diakui Budi karena pengalamannya semasa kecil. Budi mensyukuri punya masa kecil yang indah. “Meski keluarga kami bukan keluarga berkecukupan, masa kecil saya cukup indah, “ tutur Budi.

Budi adalah anak  bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya dosen IKIP Yogyakarta dan  ibunya seorang guru. Rumahnya di Klitren, Yogyakarta,  dekat sekali dengan Gereja, sehingga dia merasa amat senang. “Saya senang tanaman dan olah raga, Saya tidak merokok dan minum kopi sampai sekarang. Kami sekeluarga memang senang bercocok tanam, sehingga kami tidak kekurangan jika tidak ada beras, karena kami punya pisang, sawo dan papaya selalu ada sepanjang tahun, singkong ( cassava), talas, nangka, melinjo dan kelapa ada semua dihalaman kami walaupun kami tinggal ditengah kota,” urai Budi.

Karena punya masa lalu yang cukup indah di kota yang juga terkenal indah, Budi merasa sedih begitu melihat anak-anak pengungsi harus menerima beban sebegitu berat di usia yang masih sangat belia. “Saya haru sekali, masih kecil mereka sudah kehilangan orangtua, kehilangan kasih sayang. “ kata Budi.

Budi juga ingat, dia kebagian tugas  menyapu halaman  rumah setiap pagi sebelum sekolah. “Setelah selesai menyapu saya lari dari rumah sampai ke monumen Tugu. Setiap pagi saya catat waktu berlari saya semakin baik dan ini terbukti olahraga itu banyak berguna buat kesehatan,”

Mendapat Perhatian CNN

Kiprah Budi besama istrinya, Peggy Lakusa,  dalam membangun panti asuhan Roslin, sungguh merupakan penebar harap bagi anak-anak pengungsi.  Mereka bukan saja menjadi teladan bagi anak-anak asuhnya, tapi seolah sudah menjadi orangtua mereka sendiri.

Apa yang dilakukan Budi yang kadang terlihat sepele oleh orang lain, nyata-nyata telah membantu ratusan anak-anak pengungsi mendapatkan kembali hak mereka yang tercerabut karena perang. Yakni belajar, bermain, dan merajut masa depan.

Hal inilah yang kemudian mendorong stasiun televisi terkemuka CNN memasukan sosok Budi Soehardi sebagai satu dari 10  finalis “CNN The Real Heroes,”  sebuah acara bergengsi tahunan dari CNN.

Sampai saat ini Budi yang masih bekerja sebagai pilot Singapore Arlines ini,  kerap bolak-balik Indonesia-Amerika untuk berbagai keperluan acara tersebut. Namanya pun sontak dikenal luas di seluruh dunia. Apalagi Budi merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia.

Namun Dia mengatakan, apa yang dilakukan saat ini semata-mata sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai manusia yang melayani Tuhan. “Tuhanlah yang membuat saya  sampai sejauh ini, semuanya karena karunia Tuhan, “ kata Budi pelan.

Acara  pemilihan “CNN The Real Heroes” sendiri akan dilakukan sampai 26 November dengan cara voting terbanyak.
Ayo vote Budi Soehardi menjadi “CNN The Real Heroes” di

http://www.cnn.com/SPECIALS/cnn.heroes/

Ada Loh Olimpiade Yang Pesertanya Semuanya Telanjang

November 14, 2009 - Leave a Response

1

2

3

4

6

7

Taman Bermain Paling Unik Sedunia

November 13, 2009 - Leave a Response

1

2

3

4

Daftar istilah-istilah korupsi di indonesia (Beda Tempat Beda Sebutannya Bro…)

November 10, 2009 - Leave a Response

Menurut Masyarakat Transparansi Indonesia [MTI], hepeng pago-pago, silua, dan manulangi termasuk dalam kategori istilah atau kegiatan bersifat korupsi. Selain Batak, MTI juga punya daftar istilah korupsi dari daerah Bandung, Padang, dan Makassar.
Daftar istilah berikut dikutip Blog Berita dari situs MTI.

Istilah-istilah korupsi di daerah Jakarta

1. Uang Tip: Sama dengan ‘budaya amplop’ yakni memberikan uang ekstra kepada seseorang karena jasanya/pelayanannya. Istilah ini muncul karena pengaruh budaya Barat yakni pemberian uang ekstra kepada pelayan di restoran atau hotel.

2. Angpao: Pada awalnya muncul untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan oleh etnis Cina yang memberikan uang dalam amplop kepada penyelenggara pesta. Dalam perkembangan selanjutnya, hingga saat ini istilah ini digunakan untuk menggambarkan pemberian uang kepada petugas ketika mengurus sesuatu di mana pemberian ini sifatnya tidak resmi atau tidak ada dalam peraturan

3. Uang Administrasi: Pemberian uang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus agar penyelesaiannya cepat selesai.

4. Uang Diam: Pemberian dana kepada pihak pemeriksa agar kekurangan pihak yang diperiksa tidak ditindaklanjuti. Uang diam biasanya diberikan kepada anggota DPRD ketika memeriksa pertanggung jawaban walikota/gubernur agar pertanggung jawabanya lolos.

5. Uang Bensin: Uang yang diberikan sebagai balas jasa atas bantuan yang diberikan oleh seseorang. Istilah ini menggambarkan ketika seseorang yang akrab satu sama lain, seperti antara temen satu dengan yang lain. Misalnya A minta bantuan B untuk membeli sesuatu, si B biasanya melontarkan pernyataan, uang bensinnya mana?

6. Uang Pelicin: Menunjuk pada pemberian sejumlah dana (uang) untuk memperlancar (mempermudah) pengurusan perkara atau surat penting.

7. Uang Ketok: Uang yang digunakan untuk mempengaruhi keputusan agar berpihak kepada pemberi uang. Istilah ini biasanya ditujukan kepada hakim dan anggota legislatif yang memutuskan perkara atau menyetujui/mengesahkan anggaran usulan eksekutif, dilakukan secara tidak transparan.

8. Uang Kopi: Uang tidak resmi yang diminta oleh aparat pemerintah atau kalangan swasta. Permintaan ini sifatnya individual dan berlaku di masyarakat umum.

9. Uang Pangkal: Uang yang diminta sebelum melaksanakan suatu pekerjaan/kegiatan agar pekerjaan tersebut lancar.

10. Uang Rokok: Pemberian uang yang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus penyelesaianya cepat.

11. Uang Damai: Digunakan ketika menghindari sanksi formal dan lebih memberikan sesuatu biasanya berupa uang/materi sebagai ganti rugi sanksi formal.

12. Uang di Bawah Meja: Pemberian uang tidak resmi kepada petugas ketika mengurus/membuat surat penting agar prosesnya cepat.

13. Tahu Sama Tahu: Digunakan di kalangan bisnis atau birokrat ketika meminta bagian/sejumlah uang. Maksud antara yang meminta dan yang memberi uang sama-sama mengerti dan hal tersebut tidak perlu diucapkan.

14. Uang Lelah: Menunjuk pada pemberian uang secara tidak resmi ketika melakukan suatu kegiatan. Uang lelah ini bisanya diminta oleh orang yang diminta bantuanya untuk membantu orang lain. Istilah ini kemudian sering digunakan oleh birokrat ketika melayani masyarakat untuk mendapatkan uang lebih.

Istilah-istilah korupsi di daerah
Medan/Sumatera Utara

1. Hepeng parkopi (uang kopi): Uang tambahan yang diberikan ketika melakukan suatu urusan, misalnya berkaitan dengan urusan administrasi.

2. Hepeng par sigaret (uang rokok): Uang yang dibayarkan oleh seseorang untuk mempercepat penyelesaian suatu urusan. Istilah ini muncul ketika warga harus berurusan dengan aparat, terutama ketika mengurus administrasi, seperti surat izin.

3. Hepeng pataruon (uang antar): Uang yang diberikan kepada seseorang untuk meneruskan urusan kepada seseorang. Misalnya uang diberikan oleh warga kepada pegawai PDAM yang melakukan pencatatan meteran dan menagih pembayaranya. Warga bersedia melakukan itu karena merasa sudah ditolong sehingga tidak perlu bersusah payah membayar ke loket.

4. Uang pago-pago: Uang yang diberikan suatu proyek atau kegiatan yang dibagi-bagikan. Misalnya, ketika mendapatkan proyek, kita harus memberikan uang pago-pago kepada pemberi proyek.

5. Silua: Menggambarkan kebiasaan untuk membawa oleh-oleh ketika berkunjung ke rumah seseorang. Kebiasaan ini kemudian berkembang tidak hanya dilakukan ketika berkunjung ke rumah kerabat, tetapi juga dilakukan oleh bawahan ketika berkunjung ke rumah atasan agar memperoleh kenaikan jabatan.

6. Manulangi: Membuat suatu acara dengan memberi makan kepada seseorang yang dihormati.

7. Hepeng hamauliateon: Uang yang diberikan kepada seseoarang karena telah membantu mempercepat penyelesaian suatu urusan, misalnya dalam pengurusan administrasi.

8. Hapeng siram: Uang yang diberikan untuk menyogok seseorang agar urusannya dipermudah.

Istilah-istilah korupsi di daerah Bandung

1. Biong: Makelar tanah yang menjual tanah dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang besar meskipun itu tanah negara, dengan cara mempengaruhi masyarakat untuk menyerobot tanah negara dan dijual oleh makelar tersebut ke tangan orang lain dengan harga tinggi.

2. CNN (can nulis-nulis acan): Artinya tidak pernah nulis. Merupakan plesetan dari nama stasion televisi Amerika. Digunakan untuk menggambarkan wartawan yang suka meminta uang dari para pejabat yang korup dengan mengancam jika tidak diberikan maka kedok pejabat tersebut akan dibuka. [BLOG BERITA NET: Baca artikel terkait Di Balige banyak wartawan "Tempo"].

3. Ceceremed: Artinya panjang tangan, suka mengambil yang bukan haknya. Digunakan untuk menggambarkan orang yang mengambil barang milik kantor atau milik negara, misalnya mengambil pulpen dari kantor atau bahkan uang.

4. D3 (duit, duekuet dan dulur): Merupakan akronim dari duit (uang), duekuet
(dekat) dan dulur (saudara). Digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana jika seseorang ingin memperoleh pekerjaan makaia harus mempunyai D-3.

5. Dikurud: Artinya dipotong, memotongi janggut atau kumis. Kemudian digunakan untuk menggambarkan anggaran yang dipotong atau mengambil benda yang bukan miliknya. Misalnya suatu daerah menerima dana program, seharusnya 5 juta, tetapi kenyataanya hanya 2 juta karena sudah dipotong 3 juta.

6. Dipancong: Artinya terkena cangkul secara tidak sengaja, istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan pemotongan anggaran, baik itu dana proyek maupun dana perjalanan.

7. Injek: Digunakan untuk menggambarkan penyalahgunaan kekuasaan pejabat yang lebih tinggi untuk menekan pejabat yang lebih rendah yang dianggap menghalangi.

Istilah-istilah korupsi di daerah Padang

1. Uang takuik: Uang takut, uang yang dipungut secara liar oleh preman dan agen liar di terminal atau di daerah-daerah tertentu yang dilewati oleh angkutan umum.

2. Jariah manantang buliah: Setiap ada pekerjaan harus diberi imbalan.

3. Bajalan baaleh tapak: Setiap ada perjalanan harus ada ongkosnya baik uang makan maupun uang yang diberikan ketika suatu urusan telah selesai.

4. Bakameh: Uang yang diberikan kepada seorang pejabat yang akan dipindahtugaskan atau habis masa jabatannya. Orang yang memberikan bakameh adalah mitra atau rekan pejabat tersebut.

5. Sumbar: Merupakan akronim dari semua uang masuk bagi rata. Misalnya, dalam suatu proyek ada dana sisa hasil proyek maka dana tersebut harus dibagi rata kepada semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut.

6. Uang danga: Uang dengar, yakni uang yang didapat dari kehadiran dan mendengar suatu transaksi yang bernilai jual.

Istilah-istilah korupsi di daerah Makassar

1. Pamalli kaluru: Tindakan yang dilakukan oleh petugas yang meminta imbalan uang kepada warga yang mengurus suatu urusan/surat-surat. Pihak-pihak yang terlibat adalah petugas suatu instansi pemerintah yang berurusan dengan surat-surat resmi, seperti imigrasi, kelurahan dan ditlantas.

2. Pamalli bensing: Seseoarang yang meminta uang pembelian bensin kepada pejabat, jika ia akan bertugas karena diperintah oleh pejabat yang bersangkutan.

3. Passidaka: Memberikan hadiah sebagai penghormatan kepada tokoh agama atau tokoh masyarakat. Kemudian berkembang, pemberian hadiah itu tidak hanya ditujukan kepada tokoh agama/masyarakat, tetapi juga kepada pejabat. Tujuannya agar mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan, mendapatkan kenaikan jabatan atau agar urusan bisnisnya diperlancar.

4. Pa’bere: Pemberian kepada seseorang yang berjasa membantu urusan seperti KTP, SIM atau STNK sehingga proses pembuatanya cepat dan mudah.

5. Dikobbi: Tindakan yang dilakukan petugas/aparat ketika meminta sesuatu imbalan kepada yang berurusan, cukup dicolek saja agar urusan lancar. Istilah ini digunakan untuk memperhalus perilaku petugas yang meminta sogok.

6. Amapo (uang amplop): Digunakan oleh wartawan yang biasa meminta amapo kepada pejabat yang diwawancarainya. Istilah ini menggambarkan praktek penyuapan.

Apakah hanya empat daerah di atas yang punya istilah-istilah atau kebiasaan yang sifatnya korupsi?

sumber: disini

Mereka yang Disebut-sebut dalam Rekaman KPK

November 3, 2009 - Leave a Response

Hari ini, Selasa (3/11), Mahkamah Konstitusi memutar rekaman pembicaraan milik Komisi Pemberantasan Korupsi hasil penyadapan atas telepon milik Anggodo Widjojo. Anggodo adalah adik Direktur PT Masaro Radiokom yang kini menjadi buron KPK dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat komunikasi di Departemen Kehutanan.

Rekaman diputar dalam sidang lanjutan uji materi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Rekaman tersebut terdiri dari sembilan file dan berdurasi sekitar 4,5 jam.

Dalam rekaman tersebut sejumlah nama yang diduga petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian disebut berulang kali.

Berikut nama-nama sejumlah pejabat yang disebut-sebut dalam rekaman milik KPK:

Wisnu Subroto

Wisnu Subroto adalah mantan Jaksa Agung Muda Intelijen. Wisnu tidak hanya disebut-sebut dalam percakapan itu, tetapi juga menjadi seseorang yang amat sering bercakap-cakap dengan Anggodo.

Wisnu sendiri dalam sejumlah kesempatan tidak menyangkal hubungan teleponnya dengan Anggodo. Namun, Wisnu membantah bahwa percakapannya dengan Anggodo merupakan rekayasa mengkriminalisasi KPK.

“Anggodo memang pernah menelepon saya. Ia curhat mengenai sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui pernah mengetahui adanya perintah dari Antasari (mantan Ketua KPK Antasari Azhar) untuk menyuap Chandra Hamzah,” ujar Wisnu Subroto beberapa waktu lalu (Persda Network, Senin, 26/10).

Percakapan Anggodo dan orang yang diduga Wisnu Subroto

Berikut salah satu bagian petikan transkrip pembicaraan antara Anggodo dan Wisnu Subroto pada 22 dan 23 Juli 2009.

Pembicaraan 22 Juli terjadi pukul 12.03 WIB.

Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),” kata Anggodo kepada Wisnu.

Sehari kemudian giliran Wisnu menelepon Anggodo, sekitar pukul 12.15.

Wisnu       : Bagaimana perkembangannya?
Anggodo   : Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes. Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, sekarang Wakil Jaksa Agung) minggu ini, terus balik ke sini, terus action.
Wisnu      : RI-I (Presiden) belum.
Anggodo   : Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.

Sedang telepon yang membahas sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui bahwa ia mengetahui adanya perintah dari Antasari Azhar untuk memberi suap kepada Chandra Hamzah, berlangsung 29 Juli 2009, sekitar pukul 13.58.

Anggodo    : Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana, Pak.
Wisnu        : Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.
Anggodo    : Iya, padahal ia saksi kunci Chandra. Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, nggak apa-apa kan Pak.
Wisnu        : Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah.
Anggodo    : Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah. Perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra (Chandra Hamzah) itu nggak ngaku. Terus siapa yang ngaku.
Wisnu        : Ya you sama Ari.
Anggodo    : Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.
Wisnu         : Nggak, saya dengar dari Edi.
Anggodo    : Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edi-nya nggak mau ngaku, gitu Pak, Dia (Edi) nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit. Gimana bos?

Wisnu        : Ya nggak apa-apa.

Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.

Anggodo   : Pak tadi jadi ketemu.
Wisnu       : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.
Anggodo    : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.
Wisnu       : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.

 

Susno Duaji

Komjen Pol Susno Duaji boleh dibilang sebagai salah seorang tokoh sentral dalam “perseteruan” antara polisi dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia adalah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Dalam terminologi polisi Kabareskrim acap juga disebut Trunojoyo 3. Trunojoyo adalah nama jalan di mana Mabes Polri berada. Trunojoyo 1 merujuk pada Kapolri, sementara Trunojoyo 2 mengacu pada Wakapolri.

Susnolah yang pertamakali mencetuskan istilah “cicak” melawan “buaya”. Ia yang memimpin penyelidikan dan penyidikan dalam perkara pimpinan KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah yang berujung pada penahanan terhadap keduanya.

Kepala Polri Bambang Hendarso Danuri akhirnya menyatakan permintaan maaf secara terbuka di hadapan para pemimpin media massa, Senin (2/11). Menurut Bambang, “cicak” dan “buaya” adalah pernyataan oknum pejabat Polri dan bukan pernyataan institusi Polri.

“Saya sebagai Kepala Polri meminta maaf atas pernyataan itu,” tegas Bambang. Ia menegaskan, akan ada langkah konkret yang akan diambil terhadap Susno.

Nama Susno berulangkali juga disebut dalam percakapan telepon Anggodo dan sejumlah orang.

Pada 22 Juli terjadi percakapan antara Anggodo dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Baroto.

“Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),” kata Anggodo kepada Wisnu.

Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.

Anggodo   : Pak tadi jadi ketemu.
Wisnu       : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.
Wisnu    : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.

…………………

Anggodo  : Susno itu dari awal berangkat sama saya ke Singapura, itu dia sudah tau Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia enggak usah masalahin Susno itu kan urusan penyidik Pak. Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahken untuk nyogok Chandra, itu aja.
Wisnu      : Sekarang begini, dia perintah kan udah Ari denger, you denger kan sudah selesai. Dia gak ngaku kan sal.. ga anu..gitu aja
Anggodo : Tapi kalo dia gak ngebantu kita Pak, terjerumus. Dia benci sama Susno
Wisnu      : Biarin aja. Tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno
Anggodo : Dipanggil cuma ditanyain aja, dipancing Susno
Wisnu      : Saya sudah ingatken jangan nanti kena sasaran enggak, masuk penjara semua. Udah tak gitu-gituin juga

Dalam percakapan lain dengan seorang lelaki yang tidak diketahui identitasnya, Anggodo berucap dengan nada gembira soal kemenangan.

Anggodo  :  Ternyata Truno 3 komitmennya tinggi sama saya
Lelaki       : O, gitu bos yo
Anggodo  : Lho, kan wis mlebu bos (Lho, kan sudah masuk bos)
Lelaki       : Iyo toh
Anggodo  : Gak dilebokno tapi wis TSK, saiki nonaktif. Tapi gak gathuk koncone kene situk. (Gak dimasukkan, tapi sudah jadi tersangka. Sekarang nonaktif. Tapi, teman kita satu kena.)
Lelaki       : OC
Anggodo  : Dudu, Bibit. (Bukan, Bibit)
Lelaki       : O, iku ternyata kene. (O, itu ternyata (teman) kita)
Anggodo  : Lek iku kan jek kancane kene bos, tapi nek situk chandra sesuk dilebokno malah tak pateni neng njero. (Lha, itu kan temen sebenernya temen kita sendiri Bos, tapi kalau besok Chandra yang dimasukin malah saya bunuh di dalam)

 

Ritonga

Nama Ritonga beberapa kali disebut-sebut. Diduga, yang dimaksud dengan Ritonga adalah Abdul Hakim Ritonga yang saat ini menjabat Wakil Jaksa Agung. Namanya disebut-sebut dalam percakapan antara Anggodo dan sejumlah orang.

Berulangkali Ritonga memberikan klarifikasi terkait rekaman ini. Ia membantah terlibat atau mengetahui upaya kriminalisasi terhadap KPK dalam kasus yang menyeret dua pimpinan KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. ”Saya tidak merekayasa, tapi melakukan prosedur penyelesaian perkara sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya beberapa minggu lalu.

Jaksa Agung Hendarman Supandji telah meminta klarifikasi kepada Ritonga. Namun, ia menolak membeberkan jawaban Ritonga atas tuduhan tersebut. “Bukan membantah, bukan menyetujui,” kata Hendarman.

Dalam rekaman, nama Ritonga disebut berkali-kali. Berikut beberapa petikan percakapan yang menyebut Ritonga.

Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi seseorang yang diduga Kosasih, pengacaranya.

“Perlu enggak Ritonga dikasih?” tanya Anggodo. Saat itu Ritonga masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda tindak Pidana Umum (Jampidum).
“Nanti saja pak,” jawab Kosasih.

Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi Kosasih, pengacaranya. Anggodo berkata kepada Kosasih, “Sebenarnya Edi Sumarsono itu seharusnya masuk penjara juga Kos. Tapi sama Pak Wisnu minta sama Ritonga gak dieksekusi-eksekusi.”

Pada 6 Agustus 2009 seorang perempuan menghubungi Anggodo. Berikut percakapannya.

Perempuan   : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?
Anggodo      : Siapa?
Perempuan  : Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?
Anggodo      : Iya-iya
Perempuan  : Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to? Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos itu kayak apa itu?
Anggodo      :  lya…hehe
Perempuan  : Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh…tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak
Anggodo      : Iya
Perempuan  : Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas
Anggodo      : Ya..ya

Satu hari kemudian, pada 7 Agustus 2009 Anggodo dihubungi seorang perempuan.

Anggodo     : Apa sudah telepon Ritonga?
Perempuan : Belum, baru sms saja. Telepon yang ngangkat ajudannya, bilang lagi rapat. Saya bilang sama ajudannya besok ada yang mau ketemu, ajudannya bilang ya saya terima.
Anggodo     : Apa itu artinya besok pasti.
Perempuan : Mungkin saja kalau dia ngomongnya seperti itu.

Selanjutnya, pada 10 Agustus terjadi pula percakapan antara Anggodo dan seorang perempuan. Pembicaraan berlangsung dalam bahasa Jawa Timur.

Perempuan  : Ritonga takon, Gimana Anggodo sakit?  Ritonga iku apik wonge, ngerti budi. (Ritonga tanya, Gimana Anggodo sakit? Ritonga itu orangnya baik, tahu balas jasa). Ritonga ngomong, Bilang Pak Anggodo, banyak temen yang support dia. Jaksa Agung itu banyak. Jangan stress, bisa-bisa nggak bisa mikir kalo stress.

 

SBY dan RI 1

Nama SBY juga dibawa-bawa dalam percakapan Anggodo dengan seseorang. Selain SBY, disebut pula kata RI 1. Keduanya mengacu pada sosok Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dalam keterangan pers kepada wartawan beberapa waktu lalu menyatakan bahwa namanya dicatut. Kepala Negara meminta agar pihak kepolisian menyelidiki soal pencatutan namanya ini.

Dalam file yang dikategorikan KPK sebagai “percakapan antara Anggodo Widjojo dan seorang perempuan bernama Yuliana”, perempuan tersebut menyebut nama SBY.

Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho,” ujar perempuan itu.

Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu dan mengatakan, “Koen ngarang ae (Kamu ngarang aja nih), tetapi perempuan itu meyakinkan.

“Harus ditegakno, ngarang yo opo sih (harus ditegakkan, ngarang gimana sih)?” jawab perempuan itu.

Sementara itu, istilah RI 1 disebutkan sekali dalam file percakapan “Anggodo dengan seseorang”.

“Untuk menjaga ketidaklangsungan B1 dengan RI 1….” (kompas.com)

Hutan Aokigahara, Tempat Bunuh Diri Paling Populer di Jepang

October 29, 2009 - 2 Responses

Aokigahara adalah sebuah hutan di kaki Gunung Fuji di Jepang yang juga disebut Laut Pohon. Ini adalah tempat paling populer untuk bunuh diri di seluruh Jepang. Lebih dari 500 orang telah mengakhiri hidup mereka sendiri di Aokigahara sejak 1950-an. Kecenderungan ini diduga dimulai setelah Matsumoto Seicho menerbitkan novel Kuroi Kaiju (Laut Hitam Pohon) di mana dua karakter nya bunuh diri di sana.

aokigahara_forest_01

aokigahara_forest_03

aokigahara_forest_06

aokigahara_forest_07

aokigahara_forest_10

aokigahara_forest_12

aokigahara_forest_12

aokigahara_forest_13

aokigahara_forest_15

aokigahara_forest_16

aokigahara_forest_17

aokigahara_forest_18

aokigahara_forest_19

Pengobatan Tradisional di China

October 27, 2009 - Leave a Response

1

2

3

4

5

6

7

 

Meteor Jatuh di Latvia

October 27, 2009 - Leave a Response

Sebuah meteor jatuh menghunjam kawasan tanah lapang di kota kecil Mazsalaca, bagian utara dekat Latvia, Senin (26/10). Kantor berita AFP melaporkan, meteor yang jatuh mengakibatkan tanah berlubang membentuk kawah besar dengan diameter 15 meter. Kejadian ini juga dibenarkan oleh petugas penolong pemadam kebakaran negara Baltic.

1

3

4

2

Ini Dia Bagian Tubuh Seleb Dunia Yang Diasuransikan

October 26, 2009 - Leave a Response

1. $1 Billion: Kaki
Mariah Carey, Penyanyi

2. $3.2 Million:  Kaki
Tina Turner, Penyanyi

3. $442,000: Hidung
Jimmy Durante, Aktor

4. $10 Million: Senyuman
America Ferrera, Aktris

5. $16 Million: Indra Perasa
Angela Mount, wine expert

6. $500,000: Mata ($25K in 1910s)
Ben Turpin, komedian

7. $357,000: Pinggang ($28K in 1930s)
Bette Davis, Aktris

8. $31.2 Million: Suara ($5.7M in 1980s)
Bruce Springsteen, Penyanyi

9. $70 Million: Kaki
David Beckham, Atlet Sepakbola

10. $3.8 Million: Payudara ($600K in 1970s)
Dolly Parton, Penyanyi

11. $2.3 Million: Indera Perasa ($330K in 1960s)
Egon Ronay, Kritikus Makanan

12. $2.2 Million: Kaki
Heidi Klum, Model

13. $2.8 Million: Kaki
Jamie Lee Curtis, Aktris

14. $1.6 Million: Tangan
Keith Richards, Gitaris

15. $10.6 Million: Gigi ($6.2M in 1989)
Ken Dodd, comedian

16. $300 Million: Pantat
Jennifer Lopez, Aktris-Penyanyi

17. $317,000: Kumis
Merv Hughes, Atlet Cricket

18. $40 Million: Kaki
Michael Flatley, Penari

19. $350,000: Payudara
Ornella Muti, Aktris

20. $1 Million: Kaki
Rihanna, Penyanyi

21. $15.5 Million: Suara ($6M in 1940s)
Rod Stewart,Penyanyi

22. $7 Million: Bulu Dada
Tom Jones, Penyanyi

sumber : disini

Tatto Unik Di Bagian Anggota Tubuh Yang Diamputasi

October 26, 2009 - One Response

 

tattoos_01

tattoos_02

tattoos_03

tattoos_04

tattoos_05

tattoos_06

tattoos_07

tattoos_08

tattoos_09

tattoos_10

sumber: disini